Pages

Subscribe:

Tuesday, December 13, 2011

Palaces in Korea


Changdeok
Drama Korea udah bercerita banyak kalo dahulu, Korea berbentuk kerajaan. Hebatnya nih, pemerintahnya yang sekarang masih tetap melestarikan istana-istana yang dulu ditinggali para Raja. Well, I really want to know more about it…




Istana Changdeok
Pembangunan istana Changdeok dimulai pada tahun 1405 oleh Raja Taejong dan baru selesai pada tahun 1412. Pada tahun 1463, Raja Sejo memperluas bangunan istana. Tiga belas Raja Korea pernah tinggal di istana ini. Lebih banyak dari jumlah Raja yang pernah menempati istana Gyeongbok.



Istana Changdeok meliputi areal seluas 110 are. Ada tiga belas bangunan asli yang masih tersisa meski pada tahun 1592, istana ini sempat dibakar oleh Jepang. Gerbang utama untuk masuk ke istana ini bernama Tonhwamun yang dibangun pada 1412.



Biwon Garden
Di tahun yang sama dengan perluasan istana Changdeok, dibangun juga Taman Biwon oleh Raja Sejo. Biwon artinya rahasia. Taman ini sering dipakai oleh Raja ataupun keluarga raja untuk menenangkan diri atau sekedar mencari hiburan. Pada 1997, Taman Biwon terdaftar sebagai warisan budaya dunia.



Istana Changgyeong
Changgyeong aslinya dibangun pada 1104 sebagai istana musim panas raja-raja Dinasti Koryo. Ketika ibukota dipindah ke Seoul pada 1392, Raja tinggal di istana ini sementara istana yang baru sedang dibangun. Tidak seperti istana-istana dari Dinasti Chosun yang cenderung berorientasi ke arah utara-selatan, istana Changgyeong malah berorientasi ke arah timur-barat.



Changgyeong
Gerbang utama istana Changgyeong bernama Honghwamun yang berciri khas dengan pilar-pilarnya yang tinggi. Dibalik gerbang utama ini terdapat aula Myongjeongjeon, yaitu ruang tahta utama (mungkin semacam balairung). Aula ini dibangun pada 1484. terdapat penanda dari batu di halamannya yang menunjukkan betapa ketatnya hirarki pada masa itu.



Istana Deoksu
Istana ini terletak di pusat kota Seoul dan dibangun pada pertengahan abad ke-15. deoksu adalah istana paling kecil diantara istana lainnya di Korea sana. Pada 1897, Raja Kojong memperluas istana ini sehingga layak untuk dijadikan pusat pemerintahan.



Deoksu
Gerbang utamanya bernama Taehanmun. Gerbang ini aslinya dibangunmenghadap ke selatan. Akan tetapi dalam perjalanannya dibangun ulang menghadap ke arah timur. Sementara itu, di istana Deoksu ini terdapat pula Aula Chunghwa Jeon.

Taehanmun Gate

Istana Gyeongbok
Dibangun pada awal dinasti Chosun ketika dinasti Yi memindahkan ibukota ke Seoul, istana Gyeongbok tetap sebagai pusat kekuasaan. Gyeongbok berarti kebahagiaan yang cemerlang. Tapi sayang, istana ini dihancur selama invasi Jepang ke Korea pada 1592. Meski begitu, istana ini dibangun kembali setelah invasi.



Gyeongbok
Di istana Gyeongbok terdapat aula Keunjeong Jeon. Di tempat inilah para Raja melakukan rapat kenegaraan, menerima tamu luar neregri serta melakukan penobatan terhadap raja baru. Ada tujuh raja yang dinobatkan disini, yaitu: Chogjong, Sejong, Tanjong, Sejo, Seongjong, Chunjong, dan Myongjong.



Di sebelah utara istana Gyeongbok terdapat Hwangwon Jeong, yaitu sebuah paviliun yang dikelilingi kolam teratai. Ada jembatan Ch’wihyang Gyo untuk sampai ke paviliun yang terletak di tengah-tengah kolam.



Kyeonghoe Ru yang terletak di istana Gyeongbok adalah paviliun terbesar di Korea Selatan. Bangunan ini ditopang oleh 48 pilar. Di tempat inilah para Raja melepaskan kepenatan mereka mengurus negaranya.



Istana Unhyeon
Istana Uhnyeon sebenarnya adalah rumah kediaman resmi Lee Ha Ung, ayahanda dari Raja Kojong. Raja Kojong sendiri dilahirkan disini dan tinggak di istana Uhnyeon sampai usia 12 tahun.


Sebelum melaksanakan pernikahannya, Raja Kojong menggunakan istana Uhnyeon sebagai tempat mempersiapkan pernikahannya. Sekarang ini, istana ini dipakai sebagai tempat untuk melakukan pameran kebudayaan, serta pertunjukkan seni lainnya.


Sumber: lifeinkorea.com